Kembali Sepi…

April 11, 2007

Malam, disaat hujan yang rintik-rintik sepulang kerja dengan segala kelelahan yang ada… serasa ingin berbaring tapi maghrib tak mungkin terlewatkan walau slalu dijalani dengan terlambat.

Malam semakin hening tapi terganti dengan suara bahagia dan tawa, sedih dan isak tangis,… tapi itu hanyalah suara dari tivi penghibur setia penghilang sepi. Yaa, sepi. Memang semakin ku rasa dan mungkin juga dengan cinta pastilah merasakan yang sama… kerinduan akan hadirnya, kerinduan akan senyumnya, kerinduan disaat ada tawa kecil dan tangis si mungil.

Akankah do’a terjawab? Ku harap dan slalu ku harap dan tak mungkin aku berhenti berharap… kuharap cinta pun demikian.

Celoteh Hati…

April 10, 2007

Mengapa aku diam, disaat semua orang berlari
Mengapa aku diam, disaat semua orang berteriak
Mungkin, mungkin aku adalah seorang pengecut
Yang tidak memiliki keberanian. 

Disaat semua orang berjaya
Aku masih disini, dengan semua angan
Disaat semua tertawa dengan bahagia
Aku masih mencoba untuk belajar tersenyum

Dan mengapa? Disaat semua orang bekerja
Aku masih berbicara tanpa bisa berbuat
Aku,… aku masih disini
Dan hanya mengumpulkan angan 

Hampa

February 27, 2007

Disaat do’a tak lagi khusyu
Terombang-ambing khayalan tak pasti
Disaat hati dijejali mimpi,
Mimpi teramat yang memang hanya sebuah mimpi

Bibir bertebar harap pada -Nya
Tapi khayal merajalela,
seakan hati tak terpaut pada -Nya
Entah dimana kesungguhan
Atau adakah keikhlasan
Yang ada hanya harap tanpa makna

Beribu dzikir terucap sudah
Tapi hati belumlah terpaut jua
Begitu kotorkah hati?
Seakan khusyu tak ada lagi
Begitu sombongkah diri?
Hingga ikhlas (seakan) tak menghampiri lagi.

Menangislah…

January 12, 2007

Disaat diri terhina,
Tertunduk lesu, merasa diri tak berharga.
Seribu tanya  melingkar di kepala, sesakkan dada…piuh
Serasa ingin tuk berteriak
Tapi akankah teriakanku terdengar?.

Berpikir dan terus berpikir.
Akankah ada perbaikan nasib diri.
Terlalu  lemahkah usahaku
Terlalu malaskah diriku

Berjalan  serasa melayang
Tak terasa ada lembab diujung mata
Titik demi titik air mata mengalir tak deras
Ach, biarkan sajalah
Biarkan hari ini mataku bersedih hati
Tuk besok bisa bersinar lagi. 

Duhai Telinga…

September 26, 2006

Duhai telinga…
Siapkah gendangmu menangkap getar-getar suaraku

Duhai telinga…
Ku ingin engkau dengar,
Dengar semua keluh kesahku.. ketakutanku.. kegelisahanku…

Duhai telinga…
Ku ingin kau dengarku tanpa mulut ikut campur 

Duhai telinga…
Ku ingin engkau dengar,
Selayaknya engkau dengar mulut-mulut yang lain

Duhai telinga…

Hari Ini Setahun Yang Lalu

September 18, 2006

Suatu hari di Masjid Baiturahman setahun yang lalu,…
Disaat semua rasa bercampur menjadi satu
Disaat air mata haru terjatuh dengan senyuman
Disaat kaki akan melangkah menuju awal yang baru 

Kami yakinkan diri,
Tanpa Ridho -Nya tak kan pernah kami bisa melangkahkan kaki ini
Tanpa Ridho -Nya tak kan pernah kebahagiaan ini menghampiri 
Hanya karna Dia lah semua kebahagiaan ini bisa terwujud
Kami bersyukur kepada Mu Ya Allah, untuk semua nikmat yang telah Engkau berikan

Duhai Ayah Bunda,
Disaat gundah hati ini, kau sejukan dengan do’a
Cintamu mampu tenangkan hati  kami
Duhai Ayah Bunda Terima Kasih untuk semua Restumu.

=================================

Karna Hari ini Setahun yang lalu
Menjadi hari yang membahagiakan bagi kami
Terima Kasih untuk semua yang telah  menjadi  bagian dari kebahagiaan kami.

03092006

September 4, 2006

Tak ada nyanyian,….
Tak ada hadiah,….
Tak ada kejutan,….
Hanya ucapan selamat 
Yang bisa ‘aA berikan buat Neng. 

Maaf seandainya kekecewaan menghampiri Neng
Disaat kejutan yang dinanti tak menghampiri
Maaf seandainya kesedihan menyelimuti Neng
Disaat  hadiah yang ditunggu tak pernah sampai kepangkuan

‘aA hanya bisa memberikan do’a
‘aA hanya hanya bisa berharap
bahwa kita akan selalu, selalu dan selalu bersama
memperbaiki diri dan belajar bersama
Insya Allah bahagai pun akan menghampiri 

SeLaMaT MiLaD Ya NeNg….emoticon 

…ti kuring kanggo neng

August 23, 2006
Untuk semua cinta, yang ku berikan tapi tak seindah yang kau harapkan…
Untuk semua senyum yang tak pernah bisa menentramkan hatimu…
Untuk semua kata yang menyakiti hatimu…
Untuk semua itu Maafkan AKU
 
Untuk semua cinta, yang kau berikan yang selalu menghiasi hari-hariku…
Untuk semua senyum mu yang selalu menentramkan hatiku…
Untuk semua kata yang selalu menyanjung ku…
Untuk semua itu…
TERIMA KASIH ! terima kasih cinta…

Tak pernah aku bisa memberi mu keindahan…
Walaupun sejuta hasrat selalu hadir untuk itu
Sejuta janji yang ku ucapkan untuk membahagiakanmu…
Seakan-akan hanya angan-angan yang ku tanam di hatimu…
Tetapi yakinlah, keinginan untuk itu memang ada.

Hari ini genggamlah tanganku…
Besok peluklah aku…
Dan katakan bahwa kau akan selalu menemani hari-hariku…
Begitupun aku,  SELALU !