Chibi Maruko
Suntuk, lelah dan tentu saja lapar, itulah saat-saat sepulang kantor yang merupakan keseharian yang harus dilewati dihari kerja, duduk bersandar kemudian nyalakan TV dan satu per satu chanel aku pilih tapi apa daya tak ada acara yang cocok buat ngilangin penat yang ada. Eits tp itu dlu sekarang lain soal.
Pulang kantor mpe rumah skitar jam 6.30, lalu dlanjutin dengan aktivitas "bersih-bersih" dan ngenyangin perut… lalu SHOWTIME…. Nyalakan TV masuk Spcaestoon Chanel n tertwalah bersama melihat kekonyolan dan kekocakan Maruko.
Kenakalan yang ditampilkan pun masih terbilang kenakalan seumuran si maruko, dan itulah yang menjadi daya tarik dari Kartun Chibi Maruko ini. Beda 180 derajat dengan sinetron di Negeri ini, dimana si anak2 malah menjadi sosok yang dewasa, dengan crita yang itu-itu saja tentang cinta, ciuman pertama plus sosok antagonisnya yang "tobat" pas episode terakhir.
Tapi di Chiba Maruko anda akan menemukan sosok anak kecil yang "nakal" tp dalam standar yang wajar, tapi tentu saja "wajar" dsini bersifat subjektif dan tentu hanya penilaian saya saja belum tentu pendapat anda-anda toh? Tapi klo anda mengizinkan anak-anak anda menonton sinetron Indonesia sya rasa tidak ada salahnya Chibi Maruko jadi pilihan juga…
















