TULISAN

August 10, 2007

Tulisan, bisa sebuah buku, artikel di koran atau curahan di blog bahkan coretan dinding bisa jadi sebuah karya yang bernama tulisan. Dengan tulisan ini anda bisa berbagi ilmu, berbagi perasaan anda dan bahkan dengan tulisan anda bisa membuat si pembacanya tersenyum gembira atau bahkan marah sekalipun, ya hanya dengan sebuah tulisan.

Kita bebas untuk menulis apapun dalam media apapun juga, tetapi kita tidak boleh mengatasnamakan kebebasan itu untuk menulis sesuatu yang bisa menghinakan, menghujat atau bahkan menyinggung perasaan orang lain,  yang tentu saja bisa melukai hati si pembacanya. karena kebebasan itu tidaklah menjadi hak kita yang absolut.

Seperti halnya tulisan-tulisan yang sering muncul mengenai ISLAM, tentu saja si penulis merupakan orang yang memiliki Islamphobia. Sebut saja Salman Rusdhie dengan buku "ayat-ayat setannya",Nasreena Taslem atau bahkan tulisan-tulisan dari orang-orang yang katanya cendikiawan di negeri ini, begitu banyak yang menghujat ISLAM dan mereka berlindung dibalik kebebasan. DI Barat mereka begitu dipuja-puja dan dilindungi atas nama kebebasan dan mereka bahkan balik mengutuk orang-orang yang "menyerang" penulis-penulis diatas tersebut. Tapi akan berbalik seandainya tulisan-tulisan yang muncul mendiskreditkan barat. Mereka akan berteriak bahwa tulisan-tulisan itu tidak layak tetapi mereka menelan ludahnya sendiri tentang kebebasan.

Mungkin bukan kebebasan yang menjadikan mereka begitu berani menghinakan ISLAM, tetapi keuntungan dunia secara materilah yang mereka liat dengan binaran matanya. Bagaimana tidak, seorang yang dengan berani melecehkan ISLAM mereka akan disambut bak pahlawan disaat memasuki gerbang barat (Eropa dan Amerika), mereka tidak akan kekurangan secara finansial dan mereka pun akan "terlindungi" untuk slalu menghinakan ISLAM.

Begitu juga yang terjadi di negeri Indonesia tercinta ini, para penghujat ISLAM menjadi cendikiawan dan menjadi sosok yang kebal akan hukum, mereka menjadi sosok yang ditakuti oleh aparat dan tentu sajaapa yang dilakukan aparat ini akan menjadikan mereka bertambah kesombongannya.
Mungkin ada sebuah jaringan di Indonesia yang bisa dijadikan contoh, bagaimana tidak tulisan - tulisan mereka baik melalui WEB nya atau bahkan melalui majalah yang mereka terbitkan slalu-dan slalu berisi fitnah terhadap ISLAM tetapi anehnya mereka menjadikan golongan KAFIR, golongan yang mereka sanjung padahal mereka selalu menggunakan kata-kata ISLAM.

Jangan berikan mereka ruang untuk mengisi kekosongan ilmu kita, mari kita belajar ISLAM kepada ULAMA yang lurus yang hanya takut kepada Allah semata.