Pagi

March 5, 2007

Selamat pagi dunia,…
Dimana keceriaan akan menghampiri tapi jangan-jangan kesedihan yang akan menyapa?.
Ach lebih baik aku berbaik sangka bahwa hari ini kebahagiaan akan selalu ada.
Menemaniku menjelajah indahnya dunia, Menikmati apa-apa yang ada dan tlah kumiliki (dititipkan lebih tepatnya).

Harusnya aku bersyukur tapi terkadang rasa syukur seakan terkubur.
Tergadai keinginan, inilah, itulah dan entah apa lagi yang aku inginkan besok hari.
Keinginan? itu bukanlah satu masalah kilahku, lalu apa masalahnya? tanyaku kembali.
Mungkin Keinginan bukanlah satu masalah, seandainya tidak menyamarkan rasa syukur yang ada.
Karena keinginan harusnya beriringan dengan rasa syukur

Ups, knapa masalah jadi begitu rumit? Bukankah aku hanya ingin menikmati pagi
Dan menuliskan kisahku kembali, tentang aku, dia dan dunia

ps. untuk semua keinginanku yang membuat pagi menjadi suram 

tUmbUH kEmbANg “AnaK”

Tumbuh,… satu kata yang mungkin sering terdengar tapi menjadi hal yang baru disaat dihubungkan dengan "salary baru". Hal ini berawal dari sebuah pertanyaan untuk sebuah kontrak kerja yang baru dan tentu saja pertanyaan tersebut sangatlah umum diucapkan oleh seorang pekerja kontrak seperti halnya saya. "Adakah kenaikan gj dalam kontrak kerja yang baru?"

Jawaban dari pertanyaan tersebutlah yang menjadikan kosa-kata saya bertambah satu, karena jawabannya bukanlah naik melainkan tumbuh.  Apa sih yang membedakannya??
Yang memberikan jawaban berkilah naik lebih cenderung memiliki pengertian adanya nominal yang besar dalam perubahan salary yang diterima tetapi karena nominalnya bisa dibilang "hatur lumayan", tumbuh menjadi bahasa yang renyah untuk di dengar.

Tapi ada satu pertanyaan yang sebenarnya ingin diajukan kembali, apakah semuanya mengalami yang namanya tumbuh atau adakah yang merasakan naik? seandainya semuanya yang ada merasakan tumbuh, saya rasa tidak ada masalah dengan tumbuh ini tetapi seandainya ada yang merasakan naik??? saya rasa saya memiliki hak untuk sebuah penjelasan tentang apa kriteria yang membedakan kami?

Tapi pertanyaan tersebut urung diajukan, mengingat hati berpikir adakah jawaban untuk pertanyaan itu? atau jangan-jangan yang ditanya sama tidak tahunya dengan si penanya.

Jadi akankah saya biarkan kosa-kata baru ini? hmm.