Poesing System Ver.01.11.07

February 12, 2007

Minggu pagi disaat tiduran didepan tivi,…

"De, maaf dapurnya ada yang bocor ga?" Pak Slamet yang tiba-tiba dah di depan pintu mengagetkanku.
"Wah klo dapur ga ada pak. Cma buangan air dri atas ada bocor sdikit"Jawabku dengan sdkiti bingung dari maksud pertanyaannya. (Kirain basa-basi untuk mempererat silaturahmi…hehehe)
"Nggak, soalnya dapur bapak bocor, kayaknya dari saluran air dri sini."Pak Slamet melanjutkan obrolan pagi yang mengagetkan itu
"!@#$% ??"Bingungnya aku. (maksudnya???)
"Jadi gini de, dri dlu jalur air rumah ade itu masuk ke bagian rumah bapak."Kata Pak Slamet.
"!@#$$% ??"Tambah bingung deh. (Cing Swear)
"Bsa ikut sebentar??"Kata Pak Slamet lagi.
"Boleh, pak."Jawabku singkat.

Waduh badan srasa lemas, bagaimana tidak? jalur air yang merupakan salah satu faktor terpenting dalam sebuah rumah ternyata mengambil bagian rumah tetangga. Dan sdikit dialog "hangat" pun terjadi di antara kami.

"Jadi gini, de. Mungkin pompa nya dimatikan dlu sbentar. bapak akan coba lem dlu jalur yang bocornya"Pinta pak Slamet.
"Boleh pak. Klo begitu sya permisi dlu"Jawabku. 

Pikiran melayang seakan-aan bertanya…

Bagaimana seh cara berpikir pemilik rumah dlu yang membiarkan si tukang mengambil lahan tetangga untuk jalur air?
Bagaimana mungkin jalur air permanen bsa nonjol di rumah tetangga… walaupun hanya 20 centi?

Pagi Jam 0600 :

"Assalamu’alaikum…."salamku pada tetanga
"Wa’alaikum salam. Ada apa de…"Jawab si ibu
"Gmana, bu. masih bocor?"Tanyaku
"Masih, kayaknya bukan dri pipa atasnya tapi dari jalur dalam tembok"si ibu menjawab sambil menerangkan kmungkinan jalur bocoran air
"Maaf, bu. Untuk sementara sya minta izin untuk menyalakan pompa 2 hari sekali"pintaku (Cukup ga Yah)
"Ga papa."Jawabnya singkat.
"Dan sya minta waktu untuk membuat jalur air yang bru Bu?"
"Iya, ga papa. Ibu juga ngerti kok. Cma ibu takut tembok ibu jadi rusak klo lama kena air"

"Iya bu,… permisi dlu bu. Assalamu’alaikum"
"Wa’alaikum salam" 

Akhirnya:

"Neng, kapan yah psangonnya dibagiin?"

Semoga Pihak Berwenang Membaca Posting an ini emoticon