Birokrasi Gila

February 7, 2007

Berita Pagi "DBD merenggut nyawa seorang anak lagi, Hal ini karena kelambanan pihak rumah sakit untuk menangani korban dikarenakan ketidak lengkapan surat admisnistrasi. Sang ayah sudah mencoba melengkapi surat menyurat tersebut tetapi berhubung pada waktu itu lagi libur akhir pekan surat pun tak kunjung bisa diselesaikan. Sang ayah bolak balik ke rumah sakit tetapi pihak rumah sakit "keukeuh" dengan suratnya itu. Dan sang ayah pun putus asa dan menyerah dan tidak lagi membawa sang anak kerumah sakit lagi…. "

Gila benar birokrasi di negeri ini, untuk berobat saja  surat administrasinya pun harus dimuka walaupun sang pasien membutuhkan perawatan segera di hari libur pula, entahlah mungkin pengurus administrasi rumah sakit tersebut tidak sekolah atau sedang bermimpi sehingga tidak tahu klo sabtu minggu pemerintahan sedang libur,.. entahah??. Apakah Rumah Sakit itu hanya oknum? ataukah memang di negeri yang ramah ini birokrasi gila ini sudah menjadi biasa?
Sungguh kontras seandainya kita melihat Visi dan Misi rumah sakit yang katanya… Pelayanan, Kemanusiaan??? Mungkin maksudnya melayani yang berduit dan memanusiakan yang berada…. Orang Miskin STOP!!! Orang Miskin dilarang Sakit!!!
Salahkah si ayah yang menyerah??? mungkin si ayah berpikir… Di negeri ini Orang Miskin Dilarang Sakit!!!

Satu kasus dengan kasus diatas, Jum’at kemarin  ketika sedang mengurus surat pindah dengan istri datanglah seorang ibu dengan mata yang lembab meminta surat miskin untuk pengobatan rumah sakit, sang ibu pun mengiba ke petugas kecamatan meminta tanda tangan kecamatan, belum juga si ibu selesai menjelaskan permasalahannya Eh sang petugas yang cantik itu, yang sekilas tampak berpendidikan menghadapi si ibu dengan kaki berlipat ke atas dan cukup dengan bilang "Tidak bisa bu, petugasnya lgi survei ke lapangan" dan sang petugas pun melanjutkan obrolan paginya dengan teman sejawatnya… hmmmm. si ibu menjelaskan tanpa diminta petugas klo keluarga sudah banyak yang kena DBD dan pihak rumah sakit tidak memberikan obat karena tidak ada surat dari kecamatan. dan petugas cantik pun masih asyik dengan obrolan paginya, Untunglah seorang pensiunan kecamatan tersebut memaksa si petugas itu untuk menyegerakan surat yang diminta si ibu…. dengan sdikit manyun petugas pun menyiapkannya dan si ibu menunggu dengan berurai air mata.

Hebat, benar-benar hebat petugas pemerintahan yang harusnya memiliki basic pelayanan, yang seharusnya menanyakan dlu permasalahan si ibu, yang seharusnya mendengarkan dlu keluhan si ibu… langsung bilang "tidak bisa" ketika si ibu meminta tanda tangan untuk sebuah surat, Mungkin petugas berwenang lgi tidak ditempat tetapi bukannya petugas tersebut menanyakan dlu permsalahannya?? sehingga ketika permasalahannya itu begitu berat bisa dicarikan solusi yang terbaik dan tentu saja cepat. Sejauh manakah survey petugas berwenang??? klo masih dalam satu kecamatan si ibu pasti mau mengejarnya… ingat ini era komunikasi canggih, msa seh ga punya handphone??? msa untuk permsalahan yang begitu mendesak tidak bsa meluangkan waktu????

Seribu tanya, sejuta tanya,…. dan jawabannya inilah negeri kita tercinta yang terbiasa dengan birokrasi gilanya.

nb: cma uneg-uneg seminggu yang lalu yang dibangkitkan lgi karna kematian sang anak.