Hampa

February 27, 2007

Disaat do’a tak lagi khusyu
Terombang-ambing khayalan tak pasti
Disaat hati dijejali mimpi,
Mimpi teramat yang memang hanya sebuah mimpi

Bibir bertebar harap pada -Nya
Tapi khayal merajalela,
seakan hati tak terpaut pada -Nya
Entah dimana kesungguhan
Atau adakah keikhlasan
Yang ada hanya harap tanpa makna

Beribu dzikir terucap sudah
Tapi hati belumlah terpaut jua
Begitu kotorkah hati?
Seakan khusyu tak ada lagi
Begitu sombongkah diri?
Hingga ikhlas (seakan) tak menghampiri lagi.

Disaat Rasa Lelah mengejarmu Menghampiri

February 22, 2007

so tell that someone that you love
just what you’re thinking of
if tomorow never comes 

Sebuah lirik diatas membuatku ingin menulis apa yang aku rasakan kini, walaupun aku sadar di saat kau baca tulisan ini aku harus segera melupakan semua dari tulisan ini.

Karena memang semua nya ga mungkin.

Ku hanya ingin menuliskan…
Bahwa sebenarnya ada perasaan yang lain di hatiku, tapi apakah itu cinta atau perasaan sesaat aku pun ga tahu. tapi seandainya perasaan ingin memiliki, ingin berbagi dan ingin melewatkan semua waktu bersama itu cinta…

Yach aku cinta kamu.

Betapa aku mengagumimu dan betapa bayangan mu selalu hadir menemani hari-hariku, terkadang hati ini slalu bertanya mengapa dirimu selalu terlintas di benakku, Dan seandainya kau tahu bahwa…

Aku selalu merindukanmu.

Tapi satu yang pasti selama kau tak bosan menjadi sahabatku
kau akan menjadi sahabatku
karena dirimu adalah sahabatku yang paling baik 

ps.
Secarik kertas yang ditemukan dalam sebuah kenangan.

–2005, email, disaat rasa lelah mengejarmu menghampiri dan hampir saja aku menyerah… –

Satu Yang Selalu “Hangat” Dibicarakan

February 20, 2007

Menjelang malam disaat pulang kerja, istriku bercerita tentang satu topik obrolan yang lumayan "hangat" yang terjadi disaat istriku sedang makan siang. Poligami, satu topik yang selalu ramai dan menarik untuk menjadi bahan obrolan. Tapi jujur saja saya secara pribadi takut lidah ini salah berucap seandainya ada yang mengajak berbicara tentang satu topik ini karena bagaimanapun juga topik yang satu ini lumayan "panas" dan bsa memancing perdebatan tanpa akhir.

Istriku inilah pendapatku tentang poligami :

Yang pertama :
Poligami itu hukumnya boleh, bukan wajib. Jadi untuk melakukannya lelaki harus memiliki pertimbangan yang sangat matang dan tujuan yang jelas untuk apa dia berpoligami. Jangan sampai untuk melakukan yang boleh malah menelantarkan yang wajib.

Yang ke dua :
aa’ pernah mendengar seorang ulama mengatakan :

"Poligami boleh dilakukan apabila tidak mengganggu kesakinahan keluarga yang ada, seandainya akan menganggu kesakinahan keluarga yang ada lebih baik poligami tidak dilakukan"

dan aa’ sangat setuju dengan pendapat ulama tersebut. Karna bagaimana mungkin seorang lelaki yang konon memiliki niat mulia dalam berpoligami malah yang terjadi adalah suatu kehancuran dan keretakan pada keluarga sebelumnya, bukankah niat mulianya menjadi tidak ada nilainya?
Begitu  banyak Ulama yang secara lantang membela aturan poligami, tetapi beliau-beliau ini tidak melakukannya, mengapa? bukan karna mereka takut kehilangan jama’ah atau takut dengan istri-istrinya tetapi mereka memiliki pertimbangan yang begitu luas dan matang.

Yang ke tiga :
Terkadang aa’ miris disaat mendengar dengan mudahnya alasan lelaki berpoligami untuk mengikuti sunnah nabi, sementara mereka tidak total dalam melakukannya. Mereka hanya mengikut sunnah dari sisi jumlah, sementara kualitas pernikahannya mereka telantarkan. Disinilah letak mengapa banyak orang yang menghinakan poligami, padahal aturan ini tidak mungkin ada seandainya tidak ada kemuliaan didalamnya.

Yang ke empat :
Disaat kita tersayat pisau dan terluka, siapakah yang salah? Pisaukah? atau justru orang yang memegang pisau itu yang harus dipersalahkan.
Begitu juga poligami, aa’ yakin aturan ini memiliki kemuliaan tetapi orang-orang yang melakukan tanpa pertimbangan yang matang lah yang menjadikan aturan ini begitu dicibir dan dihinakan.

Istriku, ini hanya pendapat pribadi aa’ dengan semua kebodohan yang aa’ miliki.

Hand In My Pocket

February 13, 2007

I’m broke but I’m happy….everything’s gonna be fine..fine..fine..

Lagi pengen nyanyi bareng Alanis neh..emoticonhehehe…enjoy it..

Hand In My Pocket Lyrics
Artist:Alanis Morissette

I’m broke but I’m happy
I’m poor but I’m kind
I’m short but I’m healthy, yeah

I’m high but I’m grounded
I’m sane but I’m overwhelmed
I’m lost but I’m hopeful, baby

And what it all comes down to
Is that everything’s gonna be fine fine fine
Cause I’ve got one hand in my pocket
And the other one is giving a high five

I feel drunk but I’m sober
I’m young and I’m underpaid
I’m tired but I’m working, yeah

I care but I’m restless
I’m here but I’m really gone
I’m wrong and I’m sorry, baby

And what it all comes down to
Is that everything’s gonna be quite alright
Cause I’ve got one hand in my pocket
And the other one is flicking a cigarette

And what it all comes down to
Is that I haven’t got it all figured out just yet
Cause I’ve got one hand in my pocket
And the other one is giving the peace sign

I’m free but I’m focused
I’m green but I’m wise
I’m hard but I’m friendly, baby

I’m sad but I’m laughing
I’m brave but I’m chicken shit
I’m sick but I’m pretty, baby

And what it all boils down to
Is that no one’s really got it figured out just yet
Cause I’ve got one hand in my pocket
And the other one is playing a piano

And what it all comes down to my friends, yeah
Is that everything is just fine fine fine
Cause I’ve got one hand in my pocket
And the other one is hailing a taxi cab

Poesing System Ver.01.11.07

February 12, 2007

Minggu pagi disaat tiduran didepan tivi,…

"De, maaf dapurnya ada yang bocor ga?" Pak Slamet yang tiba-tiba dah di depan pintu mengagetkanku.
"Wah klo dapur ga ada pak. Cma buangan air dri atas ada bocor sdikit"Jawabku dengan sdkiti bingung dari maksud pertanyaannya. (Kirain basa-basi untuk mempererat silaturahmi…hehehe)
"Nggak, soalnya dapur bapak bocor, kayaknya dari saluran air dri sini."Pak Slamet melanjutkan obrolan pagi yang mengagetkan itu
"!@#$% ??"Bingungnya aku. (maksudnya???)
"Jadi gini de, dri dlu jalur air rumah ade itu masuk ke bagian rumah bapak."Kata Pak Slamet.
"!@#$$% ??"Tambah bingung deh. (Cing Swear)
"Bsa ikut sebentar??"Kata Pak Slamet lagi.
"Boleh, pak."Jawabku singkat.

Waduh badan srasa lemas, bagaimana tidak? jalur air yang merupakan salah satu faktor terpenting dalam sebuah rumah ternyata mengambil bagian rumah tetangga. Dan sdikit dialog "hangat" pun terjadi di antara kami.

"Jadi gini, de. Mungkin pompa nya dimatikan dlu sbentar. bapak akan coba lem dlu jalur yang bocornya"Pinta pak Slamet.
"Boleh pak. Klo begitu sya permisi dlu"Jawabku. 

Pikiran melayang seakan-aan bertanya…

Bagaimana seh cara berpikir pemilik rumah dlu yang membiarkan si tukang mengambil lahan tetangga untuk jalur air?
Bagaimana mungkin jalur air permanen bsa nonjol di rumah tetangga… walaupun hanya 20 centi?

Pagi Jam 0600 :

"Assalamu’alaikum…."salamku pada tetanga
"Wa’alaikum salam. Ada apa de…"Jawab si ibu
"Gmana, bu. masih bocor?"Tanyaku
"Masih, kayaknya bukan dri pipa atasnya tapi dari jalur dalam tembok"si ibu menjawab sambil menerangkan kmungkinan jalur bocoran air
"Maaf, bu. Untuk sementara sya minta izin untuk menyalakan pompa 2 hari sekali"pintaku (Cukup ga Yah)
"Ga papa."Jawabnya singkat.
"Dan sya minta waktu untuk membuat jalur air yang bru Bu?"
"Iya, ga papa. Ibu juga ngerti kok. Cma ibu takut tembok ibu jadi rusak klo lama kena air"

"Iya bu,… permisi dlu bu. Assalamu’alaikum"
"Wa’alaikum salam" 

Akhirnya:

"Neng, kapan yah psangonnya dibagiin?"

Semoga Pihak Berwenang Membaca Posting an ini emoticon

Kau Membuatku Menangis

February 8, 2007
Terkadang tak semuanya seiya sekata,
karna kita memang melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
 
Terkadang Aku ataupun Kamu,harusnya mencoba mengalah,
Diam sajalah jangan ada kata yang terucap dulu,  setidaknya jangan sekarang…
 
Saling mengerti, walaupun tak semuanya bisa dimengerti.
Berdiam diri, walaupun anganmu masih ingin berteriak.
 
Cobalah cari waktu yang lebih tepat untuk bisa berbicara dengan hati.
Janganlah bicara dengan air mata karna Aku akan menitikan air mata jua.
 
Disaat kau menangis, Kau pun membuat Aku menangis. 
 
nb. Untuk semua "diam" yang aku minta saat kau sedang berbicara, maaf. 

Birokrasi Gila

February 7, 2007

Berita Pagi "DBD merenggut nyawa seorang anak lagi, Hal ini karena kelambanan pihak rumah sakit untuk menangani korban dikarenakan ketidak lengkapan surat admisnistrasi. Sang ayah sudah mencoba melengkapi surat menyurat tersebut tetapi berhubung pada waktu itu lagi libur akhir pekan surat pun tak kunjung bisa diselesaikan. Sang ayah bolak balik ke rumah sakit tetapi pihak rumah sakit "keukeuh" dengan suratnya itu. Dan sang ayah pun putus asa dan menyerah dan tidak lagi membawa sang anak kerumah sakit lagi…. "

Gila benar birokrasi di negeri ini, untuk berobat saja  surat administrasinya pun harus dimuka walaupun sang pasien membutuhkan perawatan segera di hari libur pula, entahlah mungkin pengurus administrasi rumah sakit tersebut tidak sekolah atau sedang bermimpi sehingga tidak tahu klo sabtu minggu pemerintahan sedang libur,.. entahah??. Apakah Rumah Sakit itu hanya oknum? ataukah memang di negeri yang ramah ini birokrasi gila ini sudah menjadi biasa?
Sungguh kontras seandainya kita melihat Visi dan Misi rumah sakit yang katanya… Pelayanan, Kemanusiaan??? Mungkin maksudnya melayani yang berduit dan memanusiakan yang berada…. Orang Miskin STOP!!! Orang Miskin dilarang Sakit!!!
Salahkah si ayah yang menyerah??? mungkin si ayah berpikir… Di negeri ini Orang Miskin Dilarang Sakit!!!

Satu kasus dengan kasus diatas, Jum’at kemarin  ketika sedang mengurus surat pindah dengan istri datanglah seorang ibu dengan mata yang lembab meminta surat miskin untuk pengobatan rumah sakit, sang ibu pun mengiba ke petugas kecamatan meminta tanda tangan kecamatan, belum juga si ibu selesai menjelaskan permasalahannya Eh sang petugas yang cantik itu, yang sekilas tampak berpendidikan menghadapi si ibu dengan kaki berlipat ke atas dan cukup dengan bilang "Tidak bisa bu, petugasnya lgi survei ke lapangan" dan sang petugas pun melanjutkan obrolan paginya dengan teman sejawatnya… hmmmm. si ibu menjelaskan tanpa diminta petugas klo keluarga sudah banyak yang kena DBD dan pihak rumah sakit tidak memberikan obat karena tidak ada surat dari kecamatan. dan petugas cantik pun masih asyik dengan obrolan paginya, Untunglah seorang pensiunan kecamatan tersebut memaksa si petugas itu untuk menyegerakan surat yang diminta si ibu…. dengan sdikit manyun petugas pun menyiapkannya dan si ibu menunggu dengan berurai air mata.

Hebat, benar-benar hebat petugas pemerintahan yang harusnya memiliki basic pelayanan, yang seharusnya menanyakan dlu permasalahan si ibu, yang seharusnya mendengarkan dlu keluhan si ibu… langsung bilang "tidak bisa" ketika si ibu meminta tanda tangan untuk sebuah surat, Mungkin petugas berwenang lgi tidak ditempat tetapi bukannya petugas tersebut menanyakan dlu permsalahannya?? sehingga ketika permasalahannya itu begitu berat bisa dicarikan solusi yang terbaik dan tentu saja cepat. Sejauh manakah survey petugas berwenang??? klo masih dalam satu kecamatan si ibu pasti mau mengejarnya… ingat ini era komunikasi canggih, msa seh ga punya handphone??? msa untuk permsalahan yang begitu mendesak tidak bsa meluangkan waktu????

Seribu tanya, sejuta tanya,…. dan jawabannya inilah negeri kita tercinta yang terbiasa dengan birokrasi gilanya.

nb: cma uneg-uneg seminggu yang lalu yang dibangkitkan lgi karna kematian sang anak. 

Basah Basah Basah

February 5, 2007

Sabtu menuju jam 9 malam…  

aa : "Wah neng, bocor lgi?"
Neng : "iya, gmana atuh?"
aa : "yaa mau ga mau, atas harus di perbaiki"
neng : "brapa emang?"
aa : "wah ga tau, mungkin 2 sampe 3 jt abis deh"
neng : "hmmmm, ga tau atuh"
aa : "@#$%^& (terdiam)"
Basah … Bengong … Terdiam … Lap … Ember … Kering … Basah lagi 

Pria Bertato Itu…

Ciwalk menjelang magrib, seperti biasa tiap tgl muda ampir stiap bulannya si neng slalu mengajak blanja bulanan ke Griya Ciwalk. Mungkin klo sekedar belanja bulanan bsa saja dtempat lain dan lbh dekat tp "suasana" lah yang menjadikan Ciwalk slalu menjadi tujuan si neng untuk blanja bulanan. Melewati JCo Donuts, Melewati Platinum Resto, Melewati BasMal Karapitan….hmmm nyam nyam tp sayang sekedar melewati saja ya memang sekedar melewati  hanya cukup merasakan harumnya saja karna trus-trusan terngiang kata-kata si neng… HEMAT HEMAT HEMAT.

Selintas ABG berjalan mendekat dan terdengarlah cletukan "ada TORA SUDIRO di samping, mo photo bersamana ga?",… "hmmmm, Tora. ach ngapain liat Tora??" gumamku waktu itu.
Dan  tanpa berpikir panjang aku dan si neng langsung menuju Griya, dan pilih-pilih semua barang kebutuhan buat bulan ini… aku liat sih catatan si neng begitu banyaknya tapi sayang yang kebeli cuma sebagiannya dan seperti biasa HEMAT HEMAT HEMAT menjadi 3 kata mutiara kami berdua "3 H".

Kluarlah kami dari Griya, "hmmm, apa itu? kok banyak ce yang photo pke HP??" oooch ternyata ce itu sedang mengejar co bertato. yup Tora yang memang pada hari itu akan Launching dan nonton bareng D’Bijis pelem terbaru dia sedang dkrubuti ce-ce penggemar sang idola. Selintas terpikir buat mengabadikan "Sang Idola" lumayan kan si neng bsa berbangga ketemen-temens nya di kantor… pikirku waktu itu. Sambil menunggu HP si neng yang tak kunjung bsa dikluarin dri tas nya.. Aku pun "mengawasi Tora" dengan seksama. Aku liat dan trus liatin dia kemudian dia "menatapku" (Wualah gubrag)… tapi dia kembali ke "pelukan" ce-ce yang mengrubuti dia tapi sambil menunggu HP si neng yang entah dsimpen dmana di tas aku liatin dia truss… sampe dia "menatap" ku kembali dan mengangguk sambil tersenyum ke arahku… GUBRAG sayang sang idola yang ada saat itu seorang co… mungkin klo ce lsg aku kejar… ups. (Punteun neng ach, Heureuy)…