Ironi Di Sebuah Negeri
Belum lama ini kita mendengar bahwa puluhan anak Sekolah Dasar harus rela melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam sebuah ruangan yang sangat sangat tidak pantas untuk proses KBM, bagaimana mungkin di sebuah negeri yang konon memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah masih ada kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di kandang ayam. Sakit, perih dan miris mendengar dan membaca berita itu?
Tapi disatu sisi akhir-akhir ini kalangan "terhormat" sedang tersenyum lebar, menanti kenaikan tunjangan yang akan berlipat-lipat bahkan masa kerja ke belakang pun akan mendapatkan RAPEL… hmm. Ya… merekalah anggota dewan yang terhormat, yang konon bin katanya mereka itu adalah "wakil rakyat". Yang seharusnya menjadi panutan untuk rakyat malah menjadi cibiran rakyat. Entahlah, rakyat manakah yang mereka wakili. Memang sekarang ini mereka sedang bicara bahwa kenaikan yang mereka dapatkan ini belum layak tetapi "penolakan" ini hanyalah sebagai pemanis buatan yang sedang mereka tebar untuk menghindari kecaman masyarakat yang sedang keras-kerasnya mengkritik mereka.
Ironi memang di sebuah negeri, sang "wakil rakyat" tertawa lebar, tersenyu manis disaat menyaksikan rakyat yang mereka wakili sedang terkapar, berlapar-lapar dibalik kekenyanganya sang "wakil rakyat".
WaPres pernah mengatakan dalam sebuah acara Hari Guru, bahwa tidak ada di Indonesia ini sekolahan seperti kandang ayam, hmmm…. mungkin Pak WaPres melihat Indonesia hanya di sekitar istananya saja atau Pak WaPres hanya menerima laporan yang indah saja dari para bawahannya.
Ayo bangkit Indonesiaku…
Untuk masa depan anak bangsa
Tersenyumlah bangsaku…
gantikan senyuman sinis sang wakil rakyat
Dengan senyuman anak negeri
Untuk Indonesiaku
Bangkitlah…
















