Layaknya memasuki ruang ujian kita dikasih selembar kertas putih yang masih bersih tanpa ada setitik pun tinta diatasnya, lalu kita pun dikasih pena untuk menuliskan semua keinginan, harapan dan semua impian di atas kertas itu. Seperti itulah saat-saat kita akan melewati tahun yang baru, hmmm harapan baru?.
Detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari, minggu… bulan dan akhirnya kita pun bertemu dengan tahun yang berikutnya..Insya Allah.
Pakailah pena itu untuk menulis kebaikan, jangan pernah menuliskan keburukan di atas kertas itu. Biarkanlah terlihat jelas kebaikan itu diatas kertas putih itu tapi ingat hilangkan riya untuk semua kebaikan yang akan kita perbuat biarkan Allah yang melihat kebaikan itu, biarkan hanya Allah sajalah yang akan menilai berapa nilai kebaikan yang telah kita tulis diatas kertas itu.
Ingat kertas yang akan kita tulis itu begitu bersihnya, sehingga sititik noda keburukan yang kita lakukan akan cepat terlihat apalagi seandainya keburukan yang kita lakukan itu sampai menyakit hati si pembacanya akan sukar bagi kita untuk bisa dimaafkan oleh "hati yang terluka" jadi usahakanlah untuk tidak membuat titik noda didalamnya. "Maaf" yaa kata maaf haruslah selalu terucap seandainya ada khilaf yang kita perbuat, ingat,.. jangan pernah malu untuk mengucapkannya
Jangan lupa untuk menggambarkan "icon" senyuman, agar kertas yang kita tulis itu terkesan menyejukan dan tidak membuat yang baca menjadi sebel karena selalu melihat muka kita yang selalu masam. senyumlah, dan dunia ini pun akan tersenyum kepada kita.
Och iya jangan lupa untaikan kata-kata yang penuh dengan kelembutan, dan seandainya kita lupa apa yang akan kita perbuat bertanyalah, untuk itulah gunanya teman, untuk itulah adanya sahabat sejati, kita masih punya temankan? hmmm mungkin seandainya tak ada satupun di dunia ini yang mau menjadi teman kita kita harus berpikir apa yang telah kita lakukan sehingga semua orang begitu takut mendekat kepada kita?? Introspeksilah…
Akhirnya selamat tahun Baru 1428H,…. semoga pena ini hanya menuliskan kebaikan, Amien.
(…Maksud hati menulis kebaikan apadaya yang ada hanyalah coretan dinding, maafkan untuk semua goresan yang menyakiti hati…)